Pasar Ngasem Yogyakarta, Surga Kuliner dan Sejarah yang Tetap Hidup
Pasar yang sudah berdiri sejak zaman dulu ini menawarkan pengalaman berbelanja yang sangat berbeda dengan mall modern.
YOGYAKARTA – Terletak di Kawasan Jalan Kompleks Taman Budaya, Kelurahan Ngasem, Kecamatan Gondokusuman Kota Yogyakarta, Pasar Ngasem tetap menjadi salah satu destinasi favorit warga lokal maupun wisatawan.
Pasar yang sudah berdiri sejak zaman dulu ini menawarkan pengalaman berbelanja yang sangat berbeda dengan mall modern. Suasananya yang ramai namun tetap nyaman, menjadikan tempat ini sebagai jantung perekonomian dan budaya di tengah kota.
Pasar Ngasem terkenal lengkap, mulai dari barang antik, hasil bumi segar, hingga kuliner legendaris yang sudah berjualan puluhan tahun.
Di sini pengunjung bisa menemukan apa saja, mulai dari uang kuno, keris, perabotan jadul, sayur mayur, rempah-rempah, sampai berbagai jajanan pasar yang menggugah selera.

“Pasar ini pasar legendaris, saya menjual makanan tradisional. Penjual lain macam-macam,” terang Rini, penjual makanan tradisional, Kamis (23/4/2026).
Meskipun sudah tua, kondisi pasar terus diperbaiki agar tetap bersih dan tertata. Aroma rempah dan masakan yang wangi berbaur menjadi satu, menciptakan suasana yang sangat khas dan 'hidup'.
Pasar ini biasanya mulai buka sejak dini hari dan paling ramai dikunjungi pada pagi hingga siang hari.
"Vibe-nya di sini tuh asik banget, jadul tapi estetik gitu lho. Sering banget aku ke sini buat beli jajanan pasar atau sekadar jalan-jalan santai. Yang paling bikin betah itu orang-orangnya ramah-ramah, murah senyum,” kata Nur, salah satu pengunjung.
"Makanannya enak, harganya murah, porsinya juga banyak. Rekomen banget pokoknya buat yang mau hemat tapi kenyang," imbuh mahasiswa PTS di Kota Yogyakarta ini. (*)
Pewarta: Yahya Haqul Mubin
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

