FKY 2026 di Sleman Dibuka dengan Tarian Kolosal 507 Penari
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X berjalan menuju panggung Taling sebelum membkau secara resmi FKY 2026 AKSARA di Lapangan Beran, Sleman, Minggu, 13/9/2026. (Foto: Eko Susanto/TIMES Indonesia)

FKY 2026 di Sleman Dibuka dengan Tarian Kolosal 507 Penari

Para penari membawakan pertunjukan bertajuk Ragam Bahasa Gerak Yogyakarta: Tubuhku Bahasaku.

TIMES Sleman,Senin 14 September 2026, 02:38 WIB
150
E
Eko Susanto

JOGJAFestival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2026 dengan tema AKSARA resmi dibuka Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Lapangan Beran, Kompleks Pemerintah Kabupaten Sleman, Minggu (13/9/2026).

Pembukaan FKY 2026 berlangsung semarak, dihiasi penampilan tarian kolosal yang melibatkan 507 penari dari lima kabupaten/kota di DIY.

Para penari membawakan pertunjukan bertajuk Ragam Bahasa Gerak Yogyakarta: Tubuhku Bahasaku.

Sebelum membuka FKY 2026, Sri Sultan tampil di panggung Taling dan menyampaikan geguritan  yang berisi lilah dan pangestu kepada seluruh panitian FKY 2026.

Setelah itu, Sri Sultan menyerahkan panji FKY kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan FKY 2026.

Tarian kolosal menjadi bagian utama pembukaan, dengan ratusan penari dari berbagai daerah di DIY yang bergerak dalam satu koreografi, menggambarkan keberagaman bahasa gerak dan ekspresi tubuh masyarakat Yogyakarta.

Suasana semakin meriah ketika penyanyi Kunto Aji bergabung dan melantunkan tembang macapat berisi doa restu untuk kesuksesan FKY 2026.

Usai pertunjukan, Sri Sultan menuju panggung Taling didampingi Dian Lakshmi Pratiwi dan Kunto Aji. 

Penampilan tersebut menjadi bagian dari pembukaan FKY 2026 yang menggabungkan seni tradisional, tari, musik, dan ekspresi budaya kontemporer.

FKY 2026 AKSARA berlangsung hingga 19 September 2026, menghadirkan beragam seni pertunjukan yang melibatkan seniman dan komunitas dari lima kabupaten/kota di DIY.

Selama tujuh hari festival, pengunjung dapat menyaksikan karya-karya baru hasil kolaborasi seniman dengan komunitas masyarakat.

Selain pertunjukan seni, FKY juga menciptakan konsep pasar sebagai bagian dari pengalaman festival.

Di area Lapangan Beran terdapat tiga konsep pasar: 

  • Pasar Statis atau Pasar Pangkon yang menghadirkan tenant kuliner dan kerajinan khas
  • Pasar Tematik yang diisi bergiliran oleh perwakilan provinsi dan kabupaten/kota se-DIY
  • Pasar Ngecer atau Pasar Wigyan dengan empat instalasi karya seniman yang dioperasikan secara performatif oleh penari.

Selain itu, FKY 2026 juga menggandeng Pasar Saptawara yang merupakan kumpulan tenant dari paguyuban UMKM yang berlokasi di sekitar Lapangan Beran. 

Selama penyelenggaraan FKY 2026, Kompleks Pemkab Sleman dan kawasan Lapangan Beran menjadi ruang pertemuan untuk berbagai kesenian, pertunjukan musik, karya seni, komunitas, serta kegiatan ekonomi kreatif masyarakat Yogyakarta. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Eko Susanto
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sleman, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.