TIMES SLEMAN, PACITAN – SMPN 1 Tegalombo, Kabupaten Pacitan menjalankan program pembiasaan karakter bertajuk 'SARAPAN MADU', sebuah gerakan harian yang menekankan sikap santun, ramah, sopan, serta pelaksanaan Sholat Dhuha sebelum kegiatan belajar dimulai.
Program ini bukan soal sarapan makanan. 'SARAPAN MADU' merupakan akronim dari Santun, Ramah, Sopan, dan Melaksanakan Sholat Dhuha. Tujuannya sederhana: membangun karakter siswa sejak langkah pertama mereka masuk sekolah.
Setiap pagi, guru-guru menyambut siswa di gerbang sekolah. Siswa berjabat tangan, mengucapkan salam, dan berinteraksi dengan bahasa yang sopan. Suasana ini menjadi pembuka hari sebelum mereka masuk ke kelas.
Menurut Kepala SMPN 1 Tegalombo, Subroto, kebiasaan kecil di pagi hari ini dirancang untuk menanamkan etika sekaligus kedisiplinan spiritual.
“Kami ingin membangun budaya santun dan salam, sekaligus menumbuhkan nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” kata Subroto, Rabu (7/1/2026).
Usai penyambutan di gerbang, seluruh siswa diarahkan ke mushola untuk melaksanakan Sholat Dhuha berjamaah, dipandu guru secara bergiliran. Kegiatan ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rutinitas pagi sekolah.
Subroto menegaskan, program ini bukan sekadar formalitas. Sekolah berharap nilai-nilai dalam 'SARAPAN MADU' benar-benar melekat dalam keseharian siswa.
“Harapannya, sikap santun, ramah, dan kebiasaan beribadah ini tidak berhenti di sekolah, tetapi terbawa ke rumah dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Program ini mendapat respons positif dari para orang tua murid. Mereka menilai langkah sekolah relevan di tengah tantangan pergaulan dan pengaruh digital yang semakin kuat.
Melalui konsistensi program 'SARAPAN MADU', SMPN 1 Tegalombo optimistis dapat membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Biasakan Santun Sejak Pagi, SMPN 1 Tegalombo Pacitan Jalankan Program 'SARAPAN MADU'
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |