TIMES SLEMAN, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab Sleman) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengajukan program revitalisasi tiga pasar tradisional kepada pemerintah pusat.
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur pasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, mengungkapkan bahwa terdapat tiga pasar yang masuk dalam usulan revitalisasi, yakni Pasar Ngino, Pasar Kebonagung, dan Pasar Pakem.
Pengajuan tersebut telah disampaikan dan saat ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Baru kami usulkan ke pemerintah pusat. Ada tiga pasar yang diajukan, yaitu Pasar Ngino, Pasar Kebonagung, dan Pasar Pakem,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
Mae menjelaskan, revitalisasi dinilai mendesak karena kondisi bangunan pasar yang sudah berusia cukup tua dan tidak lagi optimal melayani aktivitas perdagangan masyarakat.
Selain faktor usia, aspek kenyamanan dan keamanan pedagang serta pengunjung juga menjadi pertimbangan utama.
“Bangunannya sudah lama dan secara kondisi memang membutuhkan revitalisasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa setiap pasar memiliki peran strategis sesuai dengan karakter wilayahnya.
Pasar Pakem direncanakan untuk mendukung sektor pariwisata, mengingat kawasan Sleman bagian utara merupakan salah satu tujuan favorit wisatawan.
Sementara itu, Pasar Ngino dan Pasar Kebonagung diproyeksikan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas ekonomi seiring rencana pengoperasian exit tol di wilayah barat Sleman.
“Wilayah barat kami siapkan untuk mendukung exit tol, sedangkan wilayah utara untuk menyambut wisatawan,” tambahnya.
Meski demikian, Disperindag Sleman belum dapat memastikan kapan revitalisasi tersebut akan direalisasikan. Seluruh proses masih bergantung pada kebijakan dan persetujuan pendanaan dari pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu keputusan pusat karena pendanaannya berasal dari sana. Target waktunya belum bisa dipastikan,” papar Mae. (*)
| Pewarta | : A. Tulung |
| Editor | : Ronny Wicaksono |