https://sleman.times.co.id/
Berita

Puncak Musim Hujan Mendekat, Pemkot Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat

Kamis, 15 Januari 2026 - 08:38
Puncak Musim Hujan Mendekat, Pemkot Yogyakarta Perpanjang Status Siaga Darurat Pemkot Yogyakarta resmi perpanjang status siaga darurat hingga Februari 2026. (FOTO: Pemkot Jogja)

TIMES SLEMAN, YOGYAKARTA – style="text-align:justify">Ancaman banjir, talut longsor, hingga cuaca ekstrem masih membayangi Kota Yogyakarta. Mengantisipasi risiko yang semakin meningkat seiring puncak musim hujan, Pemerintah Kota Yogyakarta (Pemkot Yogyakarta) pun resmi memperpanjang status siaga darurat bencana hingga akhir Februari 2026.

Keputusan ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang diprediksi mencapai puncaknya pada Januari–Februari 2026.

Perpanjangan status siaga darurat tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 490 Tahun 2025, yang ditandatangani pada 31 Desember 2025.

Dalam keputusan tersebut, status siaga darurat bencana banjir, talut longsor, dan cuaca ekstrem diperpanjang mulai 1 Januari hingga 28 Februari 2026.

Ketua Tim Kerja Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Yogyakarta, Petrus Singgih Purnomo, mengatakan perpanjangan ini dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi iklim terbaru, khususnya prediksi puncak musim hujan dari BMKG.

“Status siaga darurat sebelumnya ditetapkan sampai Desember 2025. Namun karena puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2026, maka status tersebut kami perpanjang,” ujar Singgih, Kamis (15/1/2026).

Status Siaga untuk Percepat Penanganan Bencana

Singgih menjelaskan, penetapan status siaga darurat tidak hanya berfungsi sebagai peringatan dini, tetapi juga menjadi dasar hukum untuk mempercepat penanganan bencana di lapangan. Dengan status tersebut, koordinasi antar perangkat daerah di lingkungan Pemkot Yogyakarta dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Dengan adanya status siaga darurat, kami bisa lebih mudah mengoordinasikan perangkat daerah untuk menyusun program dan langkah antisipasi bencana. Tujuannya agar penanganan lebih cepat dan risiko dapat ditekan,” jelasnya.

Data BPBD Kota Yogyakarta menunjukkan, sepanjang tahun 2025 bencana hidrometeorologi masih mendominasi. Tercatat 138 kejadian pohon tumbang, 66 kasus atap rumah rusak akibat angin kencang dan cuaca ekstrem, 26 kejadian tanah atau talut longsor, serta 12 kejadian banjir luapan. Selain itu, terdapat pula satu kejadian gempa bumi.

Banjir luapan sempat terjadi pada awal Desember 2025 di wilayah Bener, Tegalrejo, dan Pakuncen, akibat meluapnya Sungai Winongo.

“Dari data tersebut, kejadian paling banyak di Kota Yogyakarta adalah pohon tumbang. Bahkan di awal Januari ini juga sudah ada beberapa kejadian,” ungkap Singgih.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama dengan melakukan pemangkasan pohon yang sudah rimbun dan lapuk guna mencegah potensi pohon tumbang saat hujan lebat dan angin kencang.

Hujan Lebat Awal Januari Sudah Picu Kerusakan

BPBD Kota Yogyakarta juga mencatat dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada 13 Januari 2026. Hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan dahan pohon patah di halaman rumah warga di Jatimulyo, Kricak, serta atap kanopi roboh di kawasan Notoprajan, Ngampilan.

Menanggapi kejadian tersebut, Tim Reaksi Cepat BPBD, relawan kebencanaan, Kampung Tangguh Bencana, serta warga setempat langsung bergerak cepat melakukan evakuasi dan pembersihan secara gotong royong.

Berdasarkan rilis resmi BMKG Stasiun Klimatologi Yogyakarta pada 10 Januari 2026, puncak musim hujan di wilayah DIY diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026. Curah hujan diprediksi berada pada kategori menengah hingga tinggi dengan intensitas mencapai 75–200 mm per dasarian.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY, Reni Kraningtyas, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, khususnya di wilayah rawan banjir, longsor, dan angin kencang.

“Langkah mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, serta memastikan baliho dan reklame dalam kondisi aman perlu terus dilakukan,” ujarnya.

Dengan perpanjangan status siaga darurat ini, Pemkot Yogyakarta berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, sehingga dampak bencana selama puncak musim hujan dapat diminimalkan. (*)

Pewarta : Soni Haryono
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Sleman just now

Welcome to TIMES Sleman

TIMES Sleman is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.