Suasana Pameran Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta tempat ilmuan muda berkumpul. (FOTO: Yahya/TIMES Indonesia)

Ilmuwan Muda Kumpul di Yogyakarta, Bahas Teknologi Antariksa hingga Kehidupan di Luar Bumi

Konferensi ilmiah yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival UFO 2026 ini berlangsung di Auditorium dan Ruang Pameran Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta, Jalan Sagan No. 3, Kota Yogyakarta.

TIMES Sleman,Rabu 8 Juli 2026, 07:37 WIB
122
S
Soni Haryono

JOGJAKota Yogyakarta kembali menjadi pusat pertemuan para akademisi, peneliti, praktisi industri, dan mahasiswa dari berbagai daerah melalui penyelenggaraan S.T.E.I. Conference 2026.

Konferensi ilmiah yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival UFO 2026 ini berlangsung di Auditorium dan Ruang Pameran Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta, Jalan Sagan No. 3, Kota Yogyakarta.

Mengusung tema 'Bridging Science, Technology, Engineering and Innovation for Future Exploration', konferensi tersebut menjadi ruang kolaborasi lintas disiplin untuk membahas perkembangan terbaru di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan inovasi.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mendorong lahirnya berbagai solusi inovatif bagi tantangan masa depan.

Acara ini diselenggarakan oleh Indonesia Space Science Society (ISSS) bekerja sama dengan IFI-LIP serta sejumlah institusi pendidikan tinggi di Yogyakarta.

Kehadiran para pakar nasional maupun internasional menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang ingin memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring kolaborasi.

Wadah Bertemunya Ilmuwan, Akademisi dan Generasi Muda

S.T.E.I. Conference 2026 dirancang sebagai forum ilmiah yang tidak hanya menyajikan hasil penelitian terbaru, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai arah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa depan.

Berbagai kalangan hadir dalam konferensi ini, mulai dari dosen, peneliti, mahasiswa, komunitas sains, hingga pelaku industri berbasis teknologi.

Mereka berdiskusi mengenai tantangan sekaligus peluang pengembangan inovasi yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penyelenggara berharap konferensi ini mampu memperkuat budaya riset di Indonesia sekaligus meningkatkan kolaborasi antara dunia akademik, industri, dan komunitas ilmiah.

Kupas Fenomena UAP hingga Misi Eksplorasi Mars

Salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembahasan mengenai Unidentified Aerial Phenomena (UAP) serta perkembangan riset Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI).

Dalam forum tersebut, para narasumber memaparkan berbagai perkembangan penelitian astronomi modern, metode observasi terbaru, hingga peluang eksplorasi kehidupan di luar Bumi yang saat ini terus menjadi perhatian komunitas ilmiah dunia.

Tak hanya itu, peserta juga mendapatkan informasi mengenai perkembangan teknologi antariksa, termasuk inovasi sistem komunikasi luar angkasa, teknologi roket, hingga proyek VMARS (Mars Analogue Research Station) yang disebut sebagai fasilitas simulasi penelitian Mars pertama di kawasan Asia Tenggara.

Topik tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mulai aktif mengambil bagian dalam pengembangan riset antariksa yang semakin berkembang secara global.

Inovasi Material Masa Depan untuk Eksplorasi Planet

Konferensi juga menghadirkan berbagai pembahasan mengenai rekayasa material canggih yang dirancang untuk mendukung misi eksplorasi luar angkasa.

Para peneliti mempresentasikan hasil riset mengenai bio-material serta material berteknologi tinggi yang memiliki ketahanan terhadap kondisi ekstrem, sehingga berpotensi digunakan dalam misi eksplorasi planet di masa depan.

Selain aspek teknis, konferensi turut mengangkat tema integrasi antara teknologi dan seni digital.

Berbagai instalasi interaktif dipamerkan sebagai contoh bagaimana kreativitas mampu berpadu dengan rekayasa teknologi sehingga menghasilkan inovasi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai artistik.

Selama penyelenggaraan konferensi, peserta mengikuti sejumlah agenda utama yang dikemas secara interaktif.

Rangkaian kegiatan diawali dengan keynote speech dari para pakar nasional dan internasional yang membahas perkembangan sains dan teknologi global.

Selanjutnya, para mahasiswa serta peneliti muda mempresentasikan hasil penelitian mereka melalui sesi paper presentation. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperkenalkan inovasi sekaligus memperoleh masukan dari para ahli.

Konferensi juga menghadirkan panel discussion yang membahas tantangan pengembangan riset dan teknologi di Indonesia, mulai dari kebijakan, pendanaan, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Sementara itu, mini exhibition menampilkan berbagai hasil penelitian, prototipe teknologi, serta karya inovatif yang dikembangkan oleh akademisi dan institusi pendidikan.

Peserta: Diskusi Berkualitas, Buka Peluang Kolaborasi

Salah satu peserta, Dr. Andi Pratama, mengaku memperoleh banyak manfaat dari penyelenggaraan konferensi tersebut.

Menurutnya, materi yang dipresentasikan sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan mampu memberikan gambaran nyata mengenai penerapan hasil riset dalam dunia industri.

"Sangat menginspirasi. Materi yang disampaikan sangat up-to-date dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Diskusinya mendalam namun tetap mudah dipahami," ujar Andi, Rabu (8/7/2026).

"Bertemu banyak ahli membuka peluang kolaborasi yang besar bagi kami para peneliti muda. Saya jadi lebih memahami bagaimana teori dapat diterapkan menjadi solusi nyata," imbuhnya.

ISSS: Indonesia Siap Berkompetisi di Dunia Riset Global

Direktur Indonesia Space Science Society (ISSS) sekaligus Ketua Panitia, Venzha Christ, mengatakan bahwa penyelenggaraan S.T.E.I. Conference merupakan bentuk komitmen dalam membangun budaya riset yang lebih terbuka, kolaboratif, dan inovatif.

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari sinergi antara sains, teknologi, rekayasa, dan inovasi.

"S.T.E.I. Conference menjadi bukti bahwa Indonesia siap bersaing di dunia riset global. Kami ingin mengubah pandangan bahwa sains bukan sesuatu yang kaku, melainkan bidang yang dinamis dan penuh inovasi," kata Venzha.

"Kolaborasi Science, Technology, Engineering, dan Innovation merupakan fondasi penting dalam menciptakan solusi bagi masa depan. Terima kasih atas antusiasme seluruh peserta dan mitra yang telah menyukseskan acara ini," sambungnya.

Panitia menjelaskan bahwa konferensi terbuka bagi masyarakat melalui mekanisme pendaftaran yang telah ditentukan.

Seluruh hasil diskusi, presentasi ilmiah, hingga penelitian yang dipaparkan selama kegiatan akan dihimpun dalam bentuk prosiding ilmiah.

Publikasi tersebut diharapkan menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat umum yang ingin memperdalam pengetahuan di bidang sains dan teknologi.

Melalui penyelenggaraan S.T.E.I. Conference 2026, IFI Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya sebagai ruang bertemunya ilmu pengetahuan, budaya, dan inovasi.

Konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem riset Indonesia sekaligus mendorong lahirnya kolaborasi yang mampu menghasilkan berbagai terobosan untuk masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Soni Haryono
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sleman, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.