Maulana Yusuf, mahasiswa Teknik Elektro ITNY angkatan 2024 meraih juara 3 Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang. (Foto: Humas ITNY)

Raih Juara 3 Malang Championship VI 2026, Mahasiswa ITNY Ukir Prestasi di Ajang Pencak Silat Nasional

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITNY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di arena olahraga nasional.

TIMES Sleman,Jumat 31 Juli 2026, 15:20 WIB
352
A
A Riyadi

JOGJAInstitut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional.

Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat, ITNY berhasil menunjukkan daya saing di Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Malang dan Kementerian Kebudayaan RI, Malang Championship VI 2026 yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang, 25–26 Juli 2026.

Salah satu atlet terbaik dari kampus berbasis teknologi tersebut, Maulana Yusuf, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro angkatan 2024, sukses meraih Juara III setelah bersaing dengan ratusan pesilat dari berbagai daerah di Indonesia.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa ITNY tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di arena olahraga nasional.

Kejuaraan yang diselenggarakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Malang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Malang serta mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI tersebut merupakan salah satu kompetisi pencak silat bergengsi yang rutin menjadi magnet para atlet muda berbakat dari seluruh penjuru Tanah Air.

Ribuan Atlet Bertarung di Kejuaraan Bergengsi

Tahun 2026, Malang Championship VI mencatat antusiasme luar biasa dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2.000 hingga 2.500 atlet.

Mereka datang dari berbagai daerah seperti Malang Raya, Jombang, Probolinggo, Yogyakarta, hingga sejumlah wilayah lainnya di Indonesia.

Para peserta bertanding dalam berbagai kategori usia, mulai dari tingkat taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, hingga kategori mahasiswa, dewasa, dan umum.

Tingginya jumlah peserta menjadikan kompetisi ini sebagai salah satu ajang pembinaan atlet pencak silat terbesar di Indonesia.

Selain menjadi sarana kompetisi, kejuaraan ini juga bertujuan untuk mengukur hasil latihan para atlet, meningkatkan kualitas teknik dan mental bertanding, serta menjaring bibit-bibit potensial yang diproyeksikan menuju kejuaraan tingkat regional maupun nasional.

Delapan Atlet ITNY Turun Bertanding

Pada ajang tersebut, ITNY mengirimkan delapan atlet terbaik yang tergabung dalam UKM Pencak Silat.

Mereka adalah Maulana Yusuf, Muhammad Adil Al Madani, Diatlan Marun Putra, Baru Julian Firdos, Mifta Nur Aini, Nafik Syaifullah, Aang Brian Firmansyah, dan Fauzan Abdullah Arifin.

Sebelum berangkat ke Malang, seluruh atlet menjalani program latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.

Persiapan tersebut meliputi peningkatan teknik bertanding, penguatan fisik, strategi pertandingan, hingga pembinaan mental agar siap menghadapi tekanan kompetisi berskala nasional.

Hasil kerja keras selama masa persiapan akhirnya membuahkan hasil dengan raihan podium yang diraih Maulana Yusuf. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi atlet-atlet ITNY lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan pada kompetisi berikutnya.

Bagi ITNY, keikutsertaan dalam kompetisi olahraga nasional bukan sekadar mengejar prestasi, melainkan juga bagian dari komitmen kampus dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

Melalui berbagai unit kegiatan mahasiswa, termasuk UKM Pencak Silat, ITNY berupaya membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tangguh, berintegritas, serta mampu berkompetisi secara sehat.

Mahasiswa diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan minat di luar perkuliahan sebagai bekal menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat di masa depan.

Maulana Yusuf: Setiap Pertandingan Adalah Ruang Belajar

Peraih Juara III, Maulana Yusuf, mengaku kejuaraan nasional tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi dirinya maupun rekan-rekan atlet ITNY.

Menurutnya, kesempatan bertemu dan bertanding dengan ribuan atlet dari berbagai daerah menjadi sarana evaluasi untuk mengetahui sejauh mana hasil latihan yang telah dijalani selama beberapa bulan terakhir.

“Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengukur kemampuan setelah menjalani latihan selama dua bulan,” ujar kepada TIMES Indonesia, Jumat (31/7/2026).

"Bertemu dengan ribuan atlet dari berbagai daerah membuat kami semakin termotivasi untuk terus berkembang, baik dari segi teknik, strategi bertanding, maupun mental sebagai seorang atlet," lanjutnya.

Maulana menegaskan bahwa tujuan mengikuti kompetisi tidak semata-mata mengejar medali. Baginya, setiap pertandingan merupakan proses pembelajaran yang sangat penting dalam perjalanan seorang atlet.

“Bagi kami, setiap pertandingan adalah ruang belajar. Menang tentu menjadi harapan, tetapi pengalaman bertanding melawan atlet-atlet terbaik juga menjadi bekal yang sangat berharga untuk terus meningkatkan kemampuan di masa mendatang,” katanya.

Target Medali Emas dan Regenerasi Atlet Berprestasi

Ke depan, Maulana berharap UKM Pencak Silat ITNY mampu meraih hasil yang lebih tinggi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya.

Ia optimistis dengan pembinaan yang berkelanjutan, atlet-atlet ITNY mampu bersaing di level yang lebih besar.

“Kami berharap pada kejuaraan selanjutnya bisa meraih hasil yang lebih baik, bahkan membawa pulang medali emas,” tuturnya.

"Selain itu, kami juga berharap UKM Pencak Silat ITNY semakin berkembang, mendapatkan dukungan penuh dari kampus, serta mampu melahirkan regenerasi atlet yang berprestasi dan dapat mengharumkan nama ITNY di tingkat nasional maupun internasional," imbuhnya.

Harapan tersebut sejalan dengan semangat UKM Pencak Silat ITNY untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet serta memperluas kesempatan mahasiswa dalam mengikuti berbagai kompetisi tingkat regional maupun nasional.

Prestasi yang diraih dalam Malang Championship VI 2026 menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa ITNY memiliki daya saing tinggi tidak hanya di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga di arena olahraga.

Semangat latihan, disiplin, kerja keras, dan sportivitas yang ditunjukkan para atlet UKM Pencak Silat ITNY menjadi contoh positif bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri.

Dengan dukungan kampus dan pembinaan yang berkesinambungan, bukan tidak mungkin lahir atlet-atlet baru yang mampu mengharumkan nama ITNY bahkan Indonesia di kancah internasional.

Raihan Juara III yang dibawa pulang Maulana Yusuf menjadi langkah awal yang membanggakan sekaligus motivasi bagi keluarga besar ITNY untuk terus mencetak prestasi di berbagai bidang, baik akademik maupun nonakademik. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:A Riyadi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Sleman, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.