Kembali Nahkodai KADIN Gunungkidul Periode 2026–2031, Ini Misi Joko Pitoyo
Joko resmi terpilih kembali sebagai Ketua KADIN Gunungkidul untuk periode 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang terbuka.
YOGYAKARTA – Dukungan penuh pelaku usaha kembali mengalir kepada Joko Pitoyo di Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Gunungkidul (KADIN Gunungkidul).
Joko resmi terpilih kembali sebagai Ketua KADIN Gunungkidul untuk periode 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam sidang terbuka yang berlangsung di Bangsal Sewokoprojo, Gunungkidul, Senin (9/2/2026).
Sidang Muskab dipimpin Wakil Ketua Umum Koordinator II KADIN DIY, Gunarto Adibrata, dan dihadiri Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih serta Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi. Sejumlah jajaran pengurus KADIN DIY turut hadir, menandai kuatnya konsolidasi organisasi dalam menyongsong periode kepengurusan baru.
Fokus Investasi Padat Karya, Penyerapan Tenaga Kerja
Dalam sambutannya, Joko Pitoyo menegaskan komitmen KADIN Gunungkidul untuk mendorong masuknya investasi yang berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja lokal. Menurutnya, sektor industri padat karya menjadi solusi konkret untuk menekan angka pengangguran di Gunungkidul.
“Contohnya sudah ada, pabrik sarung tangan di wilayah Semin yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Ke depan, KADIN siap menjadi jembatan masuknya investor padat karya agar manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Joko Pitoyo, Selasa (10/2/2026)
Ia menambahkan, KADIN akan memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkelanjutan.
Pembangunan Berbasis Identitas Daerah dan Lingkungan
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menegaskan bahwa KADIN memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Pemerintah daerah, kata Endah, berkomitmen memberikan kemudahan perizinan selama investasi berjalan sesuai ketentuan hukum.
“Pemkab siap mendukung dengan proses perizinan yang transparan, cepat, dan mudah, sepanjang sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Endah.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi mengingatkan agar pembangunan ekonomi tetap berakar pada jati diri daerah. Ia menekankan pentingnya menjaga karakter Gunungkidul dalam setiap rencana investasi.
“Gunungkidul adalah bagian dari Jogja, bukan Bali. Identitas daerah harus dijaga, termasuk kepatuhan terhadap tata ruang dan pemilihan industri yang ramah lingkungan,” pesan GKR Mangkubumi.
Ia berharap kepengurusan baru KADIN Gunungkidul mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dengan kemampuan diplomasi yang kuat, sekaligus membuka peluang kerja dan memperkuat pelaku usaha lokal.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Umum Koordinator I KADIN DIY, Robby Kusumaharta, yang mendorong KADIN Gunungkidul untuk lebih mengoptimalkan potensi pariwisata, khususnya kawasan pantai.
Menurutnya, sinergi antara KADIN, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci pengembangan sektor wisata secara berkelanjutan. Adapun rencana pelantikan pengurus KADIN kabupaten/kota se-DIY periode mendatang akan digelar secara serentak.
Wakil Ketua Umum Bidang Kominfodigi KADIN DIY, Y. Sri Susilo, menyebutkan pelantikan dijadwalkan berlangsung di Jogja Expo Center (JEC) pada Sabtu, 14 Februari 2026. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.


